Kamis, 26 Desember 2013

Media dan metode pembelajaranIPS di SD (Jumat 27-12-13)

Sesi pertanyaan termin 1
1.) Estu Rahmah kelompok 3 : Maksud dari metode simulasi ?
2.) Egidia safitri kelompok 3 : Maksud dari penggunaan media pengajaran yang dipandang sebagai bagian yang manunggal,dengan proses atau sistem mengajar ?
Sesi pertanyaan termin ke 2 
1.) Sri sugiarti kelompok 3 : Maksud dari sosiodrama?
2.) Dian anggraeni kelompok 5 : Tujuan dari metode karyawisata ?

Jawaban pertanyaan termin 1
1.) Tiruan/perbuatan yang hanya pura-pura saja agar peserta didik dapat lebih memahami materi yang disampaikan 
2.) Jadi,guru tidak berfikir kalau media tidak hanya sebagai ekstrakulikuler/selingan tetapi sebagai alat untuk mengajar
Jawaban termin 2
1.) Sosiodrama adalah : metode pembelajaran yang hampir sama dengan metode simulasi.Jadi sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial.Contohnya seperti kenakalan remaja.
2.) Tujuan dari karyawisata  adalah : Agar peserta didik dapat memahami maksud dari karyawisata.Jadi,siswa tidak hanya sekedar menerima teori/materi dari guru didalam kelas melainkan siswa juga turun ke dalam lingkungan masyarakat agar siswa dapat memahami dan mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Kesimpulan :
1.)Wahyu Syafitri : Guru tidak hanya memberikan metode pembelajaran dengan teori-teori tanpa adanya praktek.Jadi,peran seorang guru dapat melakukan berbagai macam pengajaran seperti audio visual,sidiinteraktif agar siswa lebih berfikir luas dan kreatif sehingga dalam proses belajar siswa tidak mudah jenuh dan bosan karna hanya mendengar teori-teori saja.
 
2.) Yuana Sari Parlina : Jadi media dan metode pembelajaran IPS di SD,tidak hanya sekedar sebagai alat bantu.Melainkan dipandang sebagai komponen penting dalam pembelajaran.Karena para siswa dibiasakan sekedar mendengarkan apa yang diajarkan guru,kemudian mencatat dan dipaksa menghafalkan diluar kepala,atau sering dikenal dengan istilah duduk,dengar,catat,hafal.Maka dari itu guru harus memperhatikan hal-hal sebelum menggunakan media pengajaran :
 1.) Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai komponen penting 
 2.) media pengajaran dipandang sebgai sumber dari pada data
 3.) Dalam penggunaan media pengajaran guru hendaknya memahami benar dari pada jenis alat dan kegunaannya dan guru hendaknya menggunakan metode-metode yang sudah ada :
1.) Metode karyawisata
2.) Metode role playing
3.) Metode simulasi

3.) Megita Sevty Sam : Selama ini orang-orang awam hanya menganggap bahwa media dalam pembelajaran hanya berasal dari buku saja.Tetapi nyatanya gambar-gambar,film,sandiwara boneka bisa dijadikan media dalam pembelajaran .Dan kebanyakan guru pada saat ini belum mengetahui metode dalam pembelajaran,sehingga murid menjadi bosan,jenuh,dan tidak konsen lagi terhadap materi yang diberikan.Padahal guru-guru tersebut bisa menggunakan metode-metode seperti : Karya wisata,Role playing,dan metode simulasi

4.) Nabila Azzahra : Media berfungsi sebagai alat yang membantu mencapai tujuan yang sudah direncanakan,media juga tidak hanya sebagai alat bantu tetapi bisa memjadi komponen penting dalam pembelajaran.Peran guru IPS sebagai penyampai informasi akan membawa perubahan karena pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, selain itu masih banyak guru yang tidak memanfaatkan media yang tersedia, tetapi siswa dibiasakan hanya mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru kemudian mencatat dan menghafal . keadaan seperti itu akan mengakibatkan siswa menjadi pasif dalam proses belajar mengajar.
jenis-jenis media pengajaran:
-media yang tidak diproyeksikan
-media proyeksi yang tidak bergerak
-sistem multimedia

5.) Risa andini : pemilihan sumber media pembelajaran sangat penting karna digunakan sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi terhadap siswa,metode pembelajaran merupakan salah satu komponen yang cukup berperan selain komponen-komponen lainnya,pembelajaran menggunakan metode harus disesuaikan dengan karakteristik topik atau kajian dan materi pembelajaran yang akan disampaikan.Metode adalah cara yang sangat efesien dalam menyampaikan materi pembelajaran pada siswa banyak berbagai macam metode pembelajaran 
1.metode ceramah
2.metode tanya jawab
3.metode diskusi 
4.metode simulasi 
5 metode penugasan.

Rabu, 06 November 2013

Masalah-masalah dalam masyarakat beserta Solusi


Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan ketenangan, walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu.
Penyalahgunaan zat-zat ini disebabkan beberapa faktor, antara lain :

1). Lingkungan sosial
Motif ingin tahu
Di masa remaja, seseorang lazim mempunyai sifat selalu ingin tahu segala sesuatu dan ingin mencoba sesuatu yang belum atau kurang diketahui dampak negatifnya. Bentuk rasa ingin tahu dan ingin mencoba itu misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya

Kesempatan
Kesibukan kedua orang tua maupun keluarga dengan kegiatannya masing-masing, atau dampak perpecahan rumahtangga akibat broken home, serta kurangnya kasih sayang merupakan celah kesempatan para remaja mencari pelarian dengan cara menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan/obat berbahaya.

Sarana dan prasana
Ungkapan rasa kasih sayang orangtua terhadap putra-putrinya seperti memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, bisa jadi pemicu penyalah-gunakan uang saku untuk membeli Narkotika untuk memuaskan segala keingintahuan dirinya . Biasanya, para remaja mengawalinya dengan merasakan minuman keras, Baru kemudian mencoba-coba narkotika dan obat terlarang psykotrropika.

2).Kepribadian
Rendah diri
Perasaan rendah diri di dalam pergaulan bermasyarakat, seperti di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan sebagainya sehingga tdk dapat mengatasi perasaan itu, remaja berusaha untuk menutupi kekurangannya agar dapat menunjukan eksistensi dirinya, melakukannya dengan cara menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras sehingga dapat merasakan memperoleh apa-apa yang diangan-angankan antara lain lebih aktif, lebih berani dsb.

Emosioanal
Kelabilan emosi remaja pada masa pubertas dapat mendorong remaja melakukan kesalhan fatal. Pada masa -masa ini biasanya mereka ingin lepas dari ikatan aturan-aturan yang di berlakukan oleh orang tuanya. Padahal disisi lain masih ada ketergantungan sehingga hal itu berakibat timbulnya konflik pribadi.
Dalam upaya terlepas dari konfllik-pribadi itu, mereka mencari pelarian dengan menyalahgunakan narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau obat berbahaya dengan tujuan berusaha untuk mengurangi keterangan atau agar lebih berani menentang kehendak dan aturan yang diberikan oleh orang tuanya.

Mental
Lemahnya mental seorang akan mudah untuk dipengaruhi perbuatan dan tindakan atau hal-hal yang negatif oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga kesemua pengaruh negatif ini pada gilirannya menjurus kepada aktifitas penyalahgunaan narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau obat berbahaya tidak dapat mengimbangi perilaku dalam lingkunganya dan dirinya merasa diasingkan .

Solusi :
Menurut saya alangkah baiknya jika orang tua ikut serta dalam menjaga anak-anaknya,dan tidak sibuk sendiri dengan dunia mereka masing-masing,karena orang tua sarana terpenting untuk menjaga anak-anaknya dari perilaku-perilaku menyimpang.Kebanyakan pada jaman sekarang orang tua sangat lengah dalam menjaga anak-anaknya,dan kebanyakan orang tua sekarang lebih mementingkan pekerjaan mereka masing-masing dibandingkan memberikan perhatian lebih untuk anaknya.Dan kebanyakan yang masuk kelembah hitam narkoba adalah anak laki-laki.Karena anak laki-laki diberi kebebasan dan orang tua gampang percaya saja pada anaknya,sehingga anak-anaknya menyia-nyiakan kepercayaan orang tua nya.Dan tentunya pondasi agama harus diperkuat terlebih dahulu.Karena,agama adalah langkah awal untuk mencapai kehidupan yang lurus dan benar.

Masalah yang ke 2 :

Seks bebas
Saat ini, jati diri remaja negeri ini berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Sebagian mereka suka mengikuti budaya-budaya asing tanpa mempertimbangkan baik buruknya. Seks bebas, misalnya, adalah salah satu dari kehancuran moral anak bangsa yang sepatutnya menjadi tiang-tiang kemajuan negeri ini nantinya.Dan para remaja itupun tidak mengetahui apa saja bahaya-bahaya yang akan diterima mereka.Memang tidak semua remaja harus diberi pengarahan tentang nilai-nilai atau norma-norma dimasyarakat.Namun,sebagaimana yang kita ketahui bersama,bahwa remaja cenderung labil dalam emosi dan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki mereka masih belum bisa membuat remaja itu menentukan tindakannya secara benar.Hal inilah yang menyebabkan seks bebas dikalangan remaja semakin memburuk.Tentu masih banyak penyebab-penyebab remaja cenderung melakukan seks bebas.

Solusi :
Menurut saya,seharusnya manusia yang melakukan tindakan seks tersebut bisa berfikir lebih panjang lagi,seharusnya beliau bisa berfikir apa dampak postif dan negatifnya setelah mereka melakukan tindakan tersebut.Jika mereka berfikir dengan masak sebelum bertindak pasti mereka tidak akan melakukan hal-hal yang negatif seperti tindakan seks bebas ini,mengingat dampak negatif yang akan mereka terima nantinya.Dan hal yg terpenting adalah agama,jika manusia yang ingin melakukan tindakan seks ini mengerti atau paham agama pasti mereka mengerti akan dosa yang akan mereka tanggung nanti.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Masalah-masalah dalam masyarakat ( Narkoba)

PENYEBARAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).
 
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.

Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.

Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.

Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).

Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

(sumber http://www.ubb.ac.id)